Rabu, 25 November 2015

PUISI

SUNYI SENYAP

Senja menjadi cerita tangis
Dari sudut hati yg paling rapuh
Hanya rintik hujan yang menemani
Aliran kecil dari sudut mata
Terus mengalir tanpa suar

Aku lelah....
menjadi luka dalam hidupku sendiri
Diam dalam siksaan
hanyut dalam ketidak berdayaan
menerima dan meraba ketidak adilan

Sering aku bertannya dalam hati
Tangan siapa yg harus kuraih?
Adakah tangan-mu disana?
Sungguh pertanyaan tanpa jawaban
Saat kata hati bercerita
Tak sepasang tangan pun yg menjuntai
Aku hanya sendiri.....
Dengan sayatan dihati.....
Yang kini mulai menyerpih
Hingga kedasar hati














CERPEN



THANKS GOD I FOUND HIM
 Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Ini kisah harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena kepercayaan itu sendiri. 1tahun genap aku telah mengenalmu, bukan waktu yang cepat ataupun lambat untuk bisa menerka keberadaanmu disisiku. Hai tuan menyebalkan ingatkah? 1tahun lalu kamu bukan siapa siapa untukku, kamu bukan prioritas bagiku, mendapatkan kabarmu itupun jauh dari keinginanku.

Akupun menjalani hidupku sebagaimana mestinya, aku menjadi mahasiswi setiap harinya, aku bersenang senang dengan teman temanku, tertawa sampai tidak bisa bernafas adalah hal yang selalu dilakukan setiap harinya, tugas kuliah yang kadang aku saja menyerah dengan hal itu, sedikitpun kamu tidak terlintas difikiranku untuk saat itu. 

Hingga waktupun terus berjalan, dan kamu masih jelas berada dihidupku, dengan perlahan tapi pasti kau bisa masuk ke kehidupanku, bukan soal berapa lama kita mengenal, tapi berapa sanggup kamu bertahan dalam ketidak perdulianku, telfon yang selalu berdering setiap saat, entah malam, subuh ataupun ketika aku dikelas sedang ada dosen,  walau sampai akhirnya aku yang selalu abaikan telponmu.

Aku mencoba untuk membuka pintu hatiku untukmu, aku mulai berfikir “kamu adalah skenario yang tuhan tuliskan dalam hidupku, entah hannya untuk persinggahan atau pelabuhan”. Dan sampai akhirnya cinta itu datang padaku.  Tapi aku tak pernah tahu bahwa ternyata engkaulah yang hadir dihidupku. Engkau datang tiba-tiba, dan membawa hatiku dalam genggam lembutmu . ya! Kau melakukannya, sama seperti kau membelengguku dalam binar  matamu. Dan benar adanya bila setiap pemberian tuhan selalu baik dan sempurna. Dan kau dihadirkannya untukku sebagai sebuah paket cantik, lengkap dengan gaya humormu, bakatmu, kepandaianmu, kerupawananmu, dan cintamu. 

Hai tuan menyebalkan!! aku tidak sedang berbicara mengenai sebuah “kesempurnaan”. Tapi tentang bagaimana melihatmu secara sempurna. Ini bukan tentang bagaimana mencari orang yang sempurna, tapi tentang belajar untuk melihat orang yang tidak sempurna secara sempurna. Saat aku tenggelam dalam tekanan hebat, masih ingatkah bahwa proses kita bertemu adalah sesuatu yang sangat berat. Aku tahu selama kita bersedia untuk selalu bersama dalam perjalanan yang akan kita tempuh ini, tidak ada yang tidak bisa kita lakukan. 

Terkadang aku masih bertannya-tannya, benarkah ini kenyataan? Ketakutan akan kehilanganmu, kekhawatiran jika aku mengecewakanmu.  Tapi pada akhirnya kau tampik itu dengan berkata “percayalah kepada sang penulis kehidupan, apa yang kita jalani adalah bagian dari tulisannya”. Aku akan mempersiapkan kapal kita dimana kita akan mendayung bersama, melalui kerasnya gelombang , samudra, badai, gepalnya malam, dan teriknya matahari. Hingga saat ucapan sakral itu tiba “engkaulah yang  ku inginkan selamanya” seindah ungkapan maha dahsyat berikutnya, disaat kemantapan hati datang, dan akan kubisikan lirih ditelinga kecilmu “aku cinta kamu”. 

Dan sedikit cerita tentangmu aku tulis disini, perkenalan kita sangat lucu bahkan sangat konyol menurutku, ya! lewat seseoranglah awalnya perkenalan itu dimulai, ingatkah hari itu hari dimana kamu menyapaku? Kitapun berkenalan seperti perkenalan sewajarnya, ya kita satu kampus akan tetapi kamu sudah tidak melanjutkannya lagi dengan alasan “pengen cari kampus baru pi yang sesuai jadwa kerja” oke aku bisa ambil kesimpulan ternyata kamu kuliah dan bekerja. 
            Sang waktu pun terus berjalan. Dia menjadi saksi bisu atas sebuah rasa ini. Ya, aku sendiri tak bisa mendeskripsikan perasaan apa yang tengah terjadi. Aku masih ingat betul tingak kita yang kadang bertenkar hebat, tanpa kita sadari kita tidak tau sedang berdebat apa, kamu bukan siapa siapa ku tapi kita bertengkar seperti layaknya sepasang kekasih, sering kali kita delcont pertemanan di bbm, tapi semua itu tidak berlangsung lama, hannya dalam waktu selang 3hari kamu menelponku dengan private number, yang seperti kamu bilang “biar lo angkat telpon gua, karna gua tau lo gak bakal mau angkat telpon kalo tau gua yang telpon” aku dan dia selalu lupa waktu kalo emang kita sudah telponan, bisa sampai larut malam, oh iya dia juga pendengar yang baik loh, dia selalu dengerin keluh kesahku, cerita setiap harinya dikampus, mau cerita sepanjang apapun dia selalu respon, sampai dia selalu bilang kalo cerita aku udah gak pake rem “pi……….. stop dulu, kalo kaya mobil itu udah gak ada remnya ya hehe” 

            Namun di sisi lain, aku juga tahu dia sering banyak kejadian dalam kehidupanku terekam dalam penglihatannya. Dia mungkin banyak tahu tentang aku. Saat pertama kali dia menjemputku kerumah, aku  berdiri di depan rumahku untuk menunggu dia yang oke bisa dibilang lama bgtya kamu, dia mencari rumahku hannya dengan 1 prtunjuk yaitu “ikutin angkot 03 ajaya bim” tapi finally dia sampai juga dirumah walaupun kata dia “untung gua gak nyasar pi” hari itu kita pergi dari jam 10 pagi sampai jam 11 malem baru sampai rumah, kita main ke bogor dengan beberapa sahabatku, aku senang bisa mengenalkanmu dengan sahabatku, tapi sepanjang perjalanan entah lo gemes atau gimana, lo selalu cubit gua dan alhasil tangan gua ada yang biru gara gara cubitan lu, dia yang baru sadar karna cubitannya yang buat gua biru, langsung meminta maaf dengan 
lembutnya”…………………………………………………” yaaa seperti itulah pokonya hahaha

Hari hariku jauh lebih indah sejak ada kamu tuan menyebalkan, kamu seperti magnet dihidupku aku tidak menampik itu, engkau yang membiasakanku memberi  kabar untuk hal hal kecil sekalipun, Yaaa!! Lambat laun aku terbiasa akan kebiasaan itu. “every part of you, make every part of me smile” dan terkadang tingkah konyolmu yang membuat senyum ini merekah seperti layaknya bunga yang bermekaran, engkau sangat senang dimana bisa menggodaku dengan lelucon yang sebenarnya kadang itu jauh dari kata lucu, engkau senang memangcing emosi ku dengan kadang bercerita tentang masa lalumu yang membuat aku kesal “I get jealous because I love you and I don’t want anyone else to have you, that simple” . Dan kau itu sangat egois, egois soal perasaanmu sendiri, egois dengan egomu sendiri, egois dengan kemauanmu sendiri. Dan aku terlalu egois dengan kecemburuanku terhadapmu.

Mengontrol perasaanku terhadapmu itu sangat sulit, aku tidak bisa menahan rasa sayang terhadapmu seperti kamu, yang sangat manis tapi perlahan kamu berubah, kamu bukan pria yang aku kenal dulu, semakin hari kamu terasa jauh, dingin dan seperti tidak perduli denganku. Aku yang sering merengek karna ingin mengajakmu sekedar untuk nonton atau makan diluar, tetapi kamu selalu menjawab “aku sibuk, aku gak bisa hari ini” dan itu selalu entah dia berbohong atau emang benar. otakku selalu penuh tannya karnamu, dan kadang sesekali aku selalu bertannya pada diriku sendiri, apakah aku salah? Egois hannya untuk meluangkan waktu denganmu? Dengan pria yang aku sayang?
Sontak hati inipun luluhb kembali, kamu tau caranya untuk mengambil hatiku kembali, kamu tau caranya untuk membuat aku tersenyum kembali, keyakinan itupun dating lagi, keyakinan untuk selalu denganmu, untuk mempercayaimu lagi. Tidak aku sangka tepat tengah malam pada 31 september 2015 aku yang sedang kesal denganmu, karna seperti biasa, kita tidak jadi lagi untuk pergi untuk kesekian kalinya, sudah pasti aku kecewa tapi kekecewaan itu terbayar sudah jam 11 malam tiba tiba kamu sudah di depan rumahku, yang aku saja tidak menyangka, dengan wajah lelahmu walaupun kamu menyembunyikan itu kamu berusaha untuk tersenyum, aku hargai usahamu malam itu yang dari daerah Jakarta timur ke rumahku di sawangan depok,”makasih mas bim makasih karna telah tepatin janji itu, walaupun……………………” yah kita mengobrol diteras rumahku hingga jam 2 malam, rinduuuuu sekali karna menurutku waktumu itu berharga bim 

Tapi pada akhirnya waktupun yang mengubah segalanya, mengubah kamu, terlebih mengubah kita, yap “kita” sudah tidak menjadi “kita”, kita sudah masing masing seperti sedia kala, selayaknya wanita biasa pasti aku bersedih pasti aku menangis sejadi jadinya, keputusanmu yang saat itu membingungkanku, keputusan yang kau ambil sepihak, sudah pasti ku maknai keputusan sepihakmu itu dengan piciknya fikiranku.

Kamu yang terlalu abu abu dihidupku, kamu yang kadang bungkam tentang siapa jati dirimu, dan bodohnya aku selalu percaya atas ucapanmu. Walau pada akhirnya aku tau kau sedang berbohong padaku, tapi aku diam…….aku diam bukan berarti kamu bisa membohongiku terus menerus, aku diam karna aku takut kehilangan kamu, aku diam karna aku tau, aku sadar bahwa aku sudah benar benar menyayangimu. Aku diam karna aku berfikir bahwa”kamu punnya privasi yang belum seharusnya aku tau” 

Ingatkah perkataanmu? “aku mau cari kampus lain, yang sama seperti jadwal kerjaku” tapi diam diam aku mencari tau kebenaran itu, awalnya hubungan ini yang niatnya aku tidak ingin publish kepada orang lain, bukan karna aku tidak bangga punnyamu, tapi karna aku ingin punnya hubungan yang lebih tertutup tidak mau orang tau, sahabatku sendiripun tidak tahu karna apa? Karna aku belum yakin dengan hubungan ini, kamu sangat abu abu tuan menyebalkan, sampai akhirnya aku yang tadinya tidak ingin menannyakan mu kepada salah satu teman kelasku, akhirnya aku menannakan itu karna rasa penasaranku yang amat besar kepadamu

“lo kenal dia? Dia teman kelas lukan waktu semester1?” tannyaku terhadap temanku “Oh ini iya tapi sekarang dia udah gak disini dia udah jadi polisi” jawab temanku.  Sontak aku kaget dengan ucapan itu, kenapa kamu bisa berbohong dan menyimpan rapi semua ini dariku? Apa aku gak boleh tau? Kenapa aku gak boleh tau? Pertannyaan yang sampai hari ini masih membuatku bertannya? 

                Lalu tidak lama dari hari itu aku bertemu dengan mu, tapi aku tidak ingin membahasnya dulu karna aku tidak ingin merusak hari ini yang udah lumayan lama gak bertemu denganmu, hari ini bejaralan seperti keinginanku, hingga malam tiba yang aku memberanikan diri untuk bicara denganmu apa yang ada di otakku selama ini tentangmu, diapun kaget dengan semuanya yang udah aku certain, lalu kita sama sama terdiam, dan mungkin hari ini mala mini malam terakhir kita jalan sebagai pasangan……………….aku melepaskanmu kamu bukan berarti aku gak sayang kamu.
 Terimakasih buat semuanya, selamat karna cita cita yang kamu ingin sudah tercapai, sukses untuk karir kamu kedepannya tuan menyebalkan.


Minggu, 18 Oktober 2015

no 1 dan 2 bahasa indonesia




1.      Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar beserta contohnya
Untuk memahami bagaimana menggunakan bahasa indomesia dengan baik dan benar, terlebih dahulu saya akan memberikan sedikit penjelasan. “Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan sebagai pemakaian kata-kata dalam ragam bahasa yang serasi dan selaras dengan sasaran atau tujuannya dan yang terlebih penting lagi adalah mengikuti kaidah bahasa yang baik dan benar. Pernyataan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu pada ragam bahasa yang dimana memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan biasanya adalah dalam bentuk bahasa yang baku.
Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada suatu kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal, penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi pilihan atau prioritas utama dalam berbahasa.
Kriteria yang digunakan untuk melihat penggunaan bahasa yang benar adalah kaidah bahasa dan kaidah itu sendiri meliputi 6 aspek .
·         Tata Bunyi (Fonologi)
·         Tata bahasa (Kata dan Kalimat)
·         Kosakata
·         Ejaan
·         Makna
·         kelogisan.
Contohnya:
Misalkan dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku Contoh :
  • Apakah kamu ingin menyapu rumah bagian belakang ?
  • Apa yang kamu lakukan tadi?
  • Misalkan ketika dalam dialog antara seorang Guru dengan seorang siswa
    • Pak guru : Rino apakah kamu sudah mengerjakan PR?
    • Rino : sudah saya kerjakan pak.
    • Pak guru : baiklah kalau begitu, segera dikumpulkan.
    • Rino : Terima kasih Pak



Kata yang digunakan sesuai lingkungan sosial
Contoh lain dari pada Undang-undang dasar antara lain :
Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.
Dari beberapa kalimat dalam undang-undang tersebut menunjukkan  bahasa yang sangat baku, dan merupakan pemakaian bahasa secara baik dan benar.
Contoh lain dalam tawar-menawar di pasar, misalnya, pemakaian ragam baku akan menimbulkan kegelian, keheranan, atau kecurigaan. Akan sangat ganjil bila dalam tawar -menawar dengan tukang sayur atau tukang becak kita memakai bahasa baku seperti ini.
a.    Berapakah Ibu mau menjual tauge ini?
b.   Apakah Bang Becak bersedia mengantar saya ke Pasar Tanah Abang dan berapa       ongkosnya?
2.      berikan contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi di dunia pendidikan
            Fungsi Bahasa
Menurut Felicia (2001 : 1), dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya kita kepada bahasa, terutama bahasa Indonesia, sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauh. Akibatnya, sebagai pemakai bahasa, orang Indonesia tidak terampil menggunakan bahasa. Suatu kelemahan yang tidak disadari.
Komunikasi lisan atau nonstandar yang sangat praktis menyebabkan kita tidak teliti berbahasa. Akibatnya, kita mengalami kesulitan pada saat akan menggunakan bahasa tulis atau bahasa yang lebih standar dan teratur. Pada saat dituntut untuk berbahasa’ bagi kepentingan yang lebih terarah dengan maksud tertentu, kita cenderung kaku. Kita akan berbahasa secara terbata-bata atau mencampurkan bahasa standar dengan bahasa nonstandar atau bahkan, mencampurkan bahasa atau istilah asing ke dalam uraian kita. Padahal, bahasa bersifat sangat luwes, sangat manipulatif. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Lihat saja, bagaimana pandainya orang-orang berpolitik melalui bahasa. Kita selalu dapat memanipulasi bahasa untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Agar dapat memanipulasi bahasa, kita harus mengetahui fungsi-fungsi bahasa.
Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi.
- bahasa merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri.
- Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipa

Artikel



 ARTIKEL PENDIDIKAN

Merupakan negara dengan karakteristik masyarakat yang sangat beragam. Negara yang dibangun oleh keragaman kelas sosial ekonomi, budaya, bahasa, maupun agama.Munculnya perbedaan gagasan maupun pemahaman tentang kehi dupan sosial masyarakat dan berbangsa lumrah terjadi. Karena itu, hubungan antarkelompok yang memiliki perbedaan ideologi, gagasan, maupun pemahaman politik yang berbeda harus betul-betul dikelola dengan baik. Potensi penggunaan kekerasan serta terjadinya dominasi kelompok yang kuat terhadap yang lemah harus mampu diminimalkan. Yang kuat menindas yang lemah atau mayoritas menyingkirkan minoritas adalah catatan kelam yang harus dihapus. Kekerasan atas nama agama, atas nama mayoritas, dan atas nama persaingan politik masih saja terus terjadi. Jika itu terus terjadi, bangsa ini akan selalu terombang-ambing dalam konflik yang tak pernah selesai.
Salah satu sebab terjadinya konflik di beragam tempat di Indonesia adalah minimnya kemampuan komunikasi lintas budaya ataupun agama, minimnya kemampuan berdialog. Padahal, menurut Parekh ( 2000), dalam konteks masyarakat multikultural, dialog antarbudaya merupakan hal yang sangat penting. Dialog menjadi penting karena cara pandang tiap kelompok yang ada di masyarakat pasti berbeda antara satu dengan lainnya. Oleh karena itu, membangun kebiasaan menyelesaikan setiap permasalahan melalui dialog menjadi kebutuhan yang sangat mendasar. Sekolah menjadi salah satu ruang yang dapat dioptimalkan untuk melatih pembiasaan dialog yang konstruktif. Pembiasaan dialog bukan perkara mudah. Tapi, bukan juga hal mustahil yang dapat terus-menerus diupayakan. Sikap terbuka dan keberanian berdialog dalam kehidupan sehari-hari menjadi penting untuk terus-menerus dilakukan.
Sekolah adalah medium yang paling tepat untuk memupuk kebiasaan dan keberanian melakukan dialog. Dialog dilakukan agar ada sikap saling memahami antarkelompok budaya maupun agama serta meminimalkan gesekan-gesekan konflik. Sekolah merupakan wahana internalisasi akademik, nilai, norma, dan budaya. Pembelajaran dan aktivitas harian di sekolah sudah seharusnya tidak hanya berfokus pada konstruksi kemampuan intelektual akademik saja, tetapi juga pada pendidikan karakter serta pemahaman dunia sosial bagi peserta didik. Internalisasi pemahaman dunia sosial dapat dilakukan di sekolah karena peserta didik berinteraksi dengan guru, staf sekolah, ataupun sesama peserta didik dengan status sosial ekonomi, budaya, maupun agama yang beragam.
Sudah seharusnya sekolah menjadi tempat di mana dialog diutamakan, nilai-nilai sportivitas dikedepankan, dan toleransi menjadi kunci. Dialog menjadi penting agar penyelesaian setiap permasalahan tak perlu menggunakan kekerasan. Maraknya penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan akhir-akhir ini merupakan tanda bahwa kita belum terbiasa menyelesaikan permasalahan dengan dialog. Kegagapan berdialog dengan santun harus segera dicarikan solusinya. Sekolah memegang peranan penting dalam pembiasaan dialog. Ruang dialog di sekolah harus dibangun dan dirawat. Jika di lingkungan keluarga peserta didik berhadapan dengan nilai-nilai yang relatif seragam, di lingkungan sekolah mereka akan berhadapan dengan nilai-nilai yang lebih beragam.
Apalagi dengan kondisi Indonesia yang beragam secara sosial ekonomi, budaya, maupun agama. Peserta didik sejak masuk ke dunia sekolah harus dikenalkan pada semangat kebangsaan serta kesadaran penuh akan kondisi Indonesia yang beragam. Karakteristik sekolah negeri yang memiliki peserta didik dengan latar status sosial ekonomi, budaya, maupun agama yang lebih beragam memegang peranan penting dalam menginternalisasi kemampuan berdialog dengan beragam kalangan. Para peserta didik di sekolah negeri memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk berinteraksi dengan beragam kalangan. Sebaliknya, sekolah dengan corak keagamaan seperti madrasah ataupun sekolah Katolik yang memiliki mayoritas peserta didik yang berasal dari satu agama tentu memiliki keterbatasan pergaulan lintas agama di lingkungan sekolah. Sekolah dengan karakteristik tersebut perlu memiliki program pembelajaran ataupun aktivitas harian yang melibatkan peserta didik mengenal realitas keragaman yang ada di Indonesia.
Program kunjungan ke tempat peribadatan masyarakat yang berbeda agama, kunjungan ke sekolah dengan corak keagamaan yang berbeda, penyelenggaraan kejuaraan bersama antarsekolah, maupun kegiatan-kegiatan dengan sekolah yang berbeda latar keagamaan penting dilakukan. Pembiasaan kerja sama lintas agama sejak masih di sekolah ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan mengikis kecurigaan. Dialog-dialog yang dilakukan secara intensif akan mempererat hubungan persaudaraan.
Melalui pembelajaran di kelas maupun aktivitas harian di sekolah, peserta didik bisa mendapatkan beragam perspektif kehidupan. Mereka jadi terbiasa mendialogkan setiap permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari mereka. Ruang kelas harus menjadi arena kontestasi atau pergulatan ide. Pemikiran tiap peserta didik harus dihargai oleh seluruh elemen kelas. Pembelajaran harus memicu peserta didik untuk menyampaikan gagasan. Masingmasing peserta didik harus terbiasa mendengarkan pendapat dari rekan sebayanya ataupun guru yang sedang menyampaikan argumentasinya. Para peserta didik akan menghadapi zaman dengan permasalahan yang semakin kompleks. Kemungkinan untuk bertemu dengan masyarakat dengan status sosial ekonomi, budaya, dan agama lintas bangsa akan semakin terbuka. Sekat-sekat semakin terbuka.
Oleh karena itu, proses pendidikan di sekolah harus memberikan pemahaman akan komunikasi lintas budaya dan lintas agama kepada para peserta didik. Apresiasi lintas budaya, lintas agama, maupun lintas bangsa menjadi penting diinternalisasikan di sekolah agar peserta didik tidak alergi terhadap perbedaan.          Dengan pembiasaan dialog sejak di sekolah, harapannya para peserta didik akan menjadi individu-individu yang sadar bahwa kehidupan yang damai adalah sesuatu yang bisa diupayakan dan diciptakan. Mereka adalah cikal bakal pemimpin masa depan negeri ini. Tentu menjadi harapan bersama jika rasa aman dan damai selalu menyelimuti Indonesia, negeri yang sangat kita cintai.